ADHSI Gelar Seminar dan FGD Shelter Medicine untuk Perkuat Kesejahteraan Hewan di Indonesia
Jakarta, 7 Desember 2025 — Asosiasi Dokter Hewan Shelter Indonesia (ADHSI) menyelenggarakan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) Shelter Medicine dan Animal Welfare yang berlangsung di Sofyan Menteng Hotel, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para dokter hewan, praktisi kesejahteraan hewan, dan organisasi penyelamat satwa untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta merumuskan rekomendasi pengelolaan shelter yang lebih berkelanjutan dan berperikemanusiaan.
Acara ini menghadirkan dua narasumber internasional yang memiliki reputasi kuat di bidang shelter medicine dan manajemen populasi hewan. Dr. Yonjoo Cho, Ph.D, Founder dan President of the Korean Institute of Shelter Medicine (KISM), serta Dr. Anne Dawydowa, DVM, Stray Animal Care Lead Veterinarian Southeast Asia dari FOUR PAWS International, berbagi wawasan mengenai praktik modern pengelolaan shelter dan strategi pengendalian populasi hewan yang berbasis sains dan etika.
Dalam paparannya, para pembicara menekankan pentingnya pendekatan Trap-Neuter-Return (TNR) sebagai metode efektif dan manusiawi dalam pengendalian populasi hewan jalanan. Selain itu, dibahas pula konsep Humane Population Management yang mengacu pada kerangka ICAM (International Companion Animal Management), yang mengintegrasikan aspek kesehatan hewan, kesejahteraan, edukasi masyarakat, serta kebijakan publik.
Diskusi dipandu oleh tim moderator dari ADHSI, yakni drh. Calya, drh. Stephanie, drh. Belgia, Suci Putri Cisika, dan Aya Diandara Salvator, yang mengarahkan sesi dialog secara interaktif dan aplikatif. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia aktif menyampaikan tantangan lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya shelter, tingginya populasi hewan terlantar, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga medis hewan di sektor shelter.
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan FOUR PAWS International dan JAAN Domestic (Jakarta Animal Aid Network). Dukungan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas sektor dalam memperkuat praktik shelter medicine di Indonesia. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman global, diharapkan pengelolaan shelter di Indonesia dapat semakin selaras dengan standar kesejahteraan hewan internasional.
Hasil dari Seminar dan FGD ini mencakup pemetaan tantangan utama, berbagi praktik baik (best practices), serta penyusunan rekomendasi awal untuk pengelolaan shelter dan kegiatan rescue yang lebih berkelanjutan, efektif, dan beretika. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi dokter hewan shelter, organisasi penyelamat, serta pemangku kebijakan terkait.
Melalui kegiatan ini, ADHSI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dokter hewan shelter, sekaligus mendorong penerapan pendekatan berbasis bukti ilmiah, etika profesi, dan kolaborasi multipihak. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesejahteraan hewan di Indonesia demi masa depan yang lebih berperikemanusiaan bagi manusia dan satwa.
%20held%20a%20Se.jpg)


Comments
Post a Comment