Mitos atau Fakta: Apakah Kucing Purring Hanya Saat Bahagia?
Suara purring pada kucing sering dianggap sebagai tanda mutlak kebahagiaan. Ketika seekor kucing mendengkur lembut di pangkuan kita, banyak orang langsung berasumsi bahwa ia sedang merasa nyaman, aman, dan penuh kasih sayang. Namun, benarkah purring hanya muncul saat kucing bahagia? Jawabannya: tidak selalu.
Dalam dunia perilaku dan kesejahteraan hewan, purring adalah fenomena yang jauh lebih kompleks daripada sekadar ekspresi senang. Memahami makna sebenarnya di balik suara ini sangat penting agar kita tidak keliru membaca kondisi fisik maupun emosional kucing kesayangan.
Purring Tidak Selalu Berarti Bahagia
Memang benar, kucing sering purring saat dielus, beristirahat, atau berada di dekat manusia yang mereka percayai. Pada situasi ini, purring menjadi tanda relaksasi dan rasa aman. Namun, berbagai penelitian dan pengamatan klinis menunjukkan bahwa kucing juga dapat purring ketika sedang:
-
Merasa cemas atau stres
-
Mengalami rasa sakit atau tidak nyaman
-
Berada dalam kondisi sakit atau pasca cedera
-
Berusaha menenangkan diri sendiri
Inilah sebabnya purring tidak boleh dijadikan satu-satunya indikator kesejahteraan kucing.
Mekanisme Alami untuk Menenangkan Diri
Secara fisiologis, purring diyakini sebagai mekanisme self-soothing atau penenang diri. Getaran frekuensi rendah yang dihasilkan saat purring diduga membantu kucing mengurangi stres, menurunkan ketegangan, bahkan mendukung proses pemulihan tubuh. Beberapa studi menyebutkan bahwa frekuensi purring berkaitan dengan stimulasi penyembuhan tulang dan jaringan.
Karena itu, kucing yang sedang sakit atau cemas tetap bisa purring—bukan karena bahagia, melainkan sebagai cara tubuh dan mentalnya beradaptasi dengan kondisi yang tidak nyaman.
Pentingnya Membaca Bahasa Tubuh Kucing
Agar tidak salah tafsir, pemilik dan pemerhati kucing perlu melihat purring bersama dengan tanda-tanda lain, seperti:
-
Postur tubuh (tegang atau rileks)
-
Posisi telinga dan ekor
-
Nafsu makan
-
Perubahan perilaku sehari-hari
Kucing yang purring tetapi terlihat lesu, menyendiri, atau menunjukkan perubahan drastis bisa jadi sedang membutuhkan perhatian medis.
Edukasi Perilaku Kucing untuk Kesejahteraan Hewan
Memahami perilaku alami kucing adalah bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan hewan. Edukasi yang tepat membantu kita merespons kebutuhan kucing secara lebih empatik, tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi juga pengetahuan ilmiah.
Melalui berbagai program edukasi, termasuk webinar bersama dokter hewan berpengalaman seperti @vet.rio, ADHSI terus mendorong pemahaman yang lebih baik tentang perilaku dan kesehatan kucing—baik bagi pemilik, rescuer, maupun praktisi shelter.
Kesimpulan
Jadi, anggapan bahwa kucing purring hanya saat bahagia adalah mitos. Suara lembut ini bisa menjadi tanda kenyamanan, tetapi juga bisa menjadi sinyal bahwa kucing sedang berjuang menenangkan dirinya. Dengan memahami makna purring secara utuh, kita dapat menjadi manusia yang lebih peka dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan hewan.
Karena mencintai kucing bukan hanya tentang mendengar dengkurannya, tetapi juga memahami apa yang sedang ia rasakan.



Comments
Post a Comment