Universitas Hasanuddin Luncurkan Mata Kuliah Elektif Shelter Medicine Pertama di Indonesia dan Asia Tenggara
Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan kedokteran hewan dengan meluncurkan Mata Kuliah Elektif Shelter Medicine. Program ini menjadi yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus menandai tonggak penting dalam penguatan pendidikan kesejahteraan hewan berbasis sains, empati, dan praktik etis.
Mata kuliah ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Hasanuddin, JAAN Domestic Indonesia, dan FOUR PAWS International. Kolaborasi lintas sektor ini mempertemukan kekuatan akademik dengan pengalaman lapangan organisasi kesejahteraan hewan nasional dan internasional, sehingga kurikulum yang dihadirkan relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Shelter Medicine dirancang untuk membekali mahasiswa kedokteran hewan dengan kompetensi yang selama ini belum banyak terakomodasi dalam pendidikan formal. Materi yang diajarkan mencakup kedokteran shelter dan kesehatan preventif, manajemen populasi hewan secara manusiawi, operasional penampungan dan penilaian kesejahteraan hewan, hingga kepemimpinan dan advokasi dokter hewan. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada kerangka hukum dan kebijakan kesejahteraan hewan, yang menjadi aspek penting dalam praktik profesional dokter hewan masa kini.
Pendekatan Shelter Medicine bersifat praktis dan interdisipliner, dengan fokus pada kesejahteraan anjing dan kucing shelter, hewan jalanan, serta hewan komunitas. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa dipersiapkan untuk bekerja tidak hanya dengan keterampilan medis, tetapi juga dengan empati, etika, dan pemahaman sistemik terhadap isu kesejahteraan hewan.
Keterlibatan JAAN Domestic Indonesia dan FOUR PAWS International menjadi nilai tambah utama dalam pengembangan mata kuliah ini. Kedua organisasi memiliki pengalaman panjang dalam penyelamatan dan rehabilitasi hewan, pengelolaan populasi hewan yang etis, serta pelaksanaan program kesejahteraan hewan jalanan di berbagai wilayah. Kontribusi ini memastikan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya teoritis, tetapi benar-benar mencerminkan realitas dan tantangan lapangan.
Secara strategis, Mata Kuliah Shelter Medicine ini juga mendukung berbagai agenda penting, termasuk upaya nasional eliminasi rabies melalui pengelolaan populasi hewan yang berbasis sains dan manusiawi. Program ini sejalan dengan pedoman World Organisation for Animal Health (WOAH) dalam peningkatan standar kesejahteraan hewan, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, keberlanjutan, dan penguatan komunitas yang bertanggung jawab.
Lebih jauh, kolaborasi ini memperkuat sinergi lintas sektor antara universitas, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun kebijakan perlindungan hewan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Asosiasi Dokter Hewan Shelter Indonesia (ADHSI) menyambut dengan penuh kebanggaan peluncuran mata kuliah ini sebagai langkah besar menuju transformasi pendidikan kedokteran hewan di Indonesia. Diharapkan, inisiatif Universitas Hasanuddin dapat menginspirasi lebih banyak perguruan tinggi untuk mengintegrasikan kesejahteraan hewan, shelter medicine, dan praktik etis ke dalam kurikulum pendidikan dokter hewan.
Bersama, langkah ini membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih manusiawi, berkelanjutan, dan penuh kepedulian bagi seluruh hewan.
.jpg)


Comments
Post a Comment