Mengenal Heartworm pada Hewan Shelter dan Strategi Pencegahannya
Heartworm merupakan salah satu penyakit parasit serius yang menjadi perhatian utama dalam dunia shelter medicine. Di Indonesia, dengan iklim tropis dan populasi nyamuk yang tinggi, risiko penularan heartworm pada hewan—khususnya anjing—menjadi tantangan nyata yang tidak boleh diabaikan.
Menurut Asosiasi Dokter Hewan Shelter Indonesia, pemahaman dan pencegahan heartworm sejak awal merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan hewan yang tinggal di shelter.
Apa Itu Heartworm?
Heartworm adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing Dirofilaria immitis. Parasit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang membawa larva infektif. Setelah masuk ke tubuh hewan, larva akan berkembang dan bermigrasi hingga akhirnya tumbuh menjadi cacing dewasa yang hidup di jantung serta arteri paru-paru.
Infeksi heartworm dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem kardiovaskular dan pernapasan. Jika tidak ditangani, penyakit ini berpotensi berakibat fatal, terutama pada anjing.
Hewan yang Berisiko Terinfeksi Heartworm
Heartworm paling sering menyerang anjing, karena anjing merupakan inang utama Dirofilaria immitis. Namun, kucing juga dapat terinfeksi meskipun kasusnya lebih jarang dan sering kali sulit terdeteksi.
Risiko infeksi meningkat pada:
-
Hewan yang tinggal di area dengan populasi nyamuk tinggi
-
Hewan shelter dengan riwayat medis yang tidak lengkap
-
Hewan yang tidak mendapatkan pencegahan heartworm secara rutin
Lingkungan shelter yang padat dan tingginya lalu lintas keluar-masuk hewan membuat pencegahan menjadi langkah yang sangat krusial.
Gejala Umum Heartworm
Pada anjing, gejala heartworm dapat berkembang secara bertahap, antara lain:
-
Batuk kronis
-
Mudah lelah atau penurunan stamina
-
Kesulitan bernapas
-
Penurunan berat badan
Sementara pada kucing, gejala yang muncul sering kali tidak spesifik, seperti:
-
Batuk dan gangguan pernapasan
-
Muntah
Karena gejalanya bisa samar, terutama pada tahap awal, banyak kasus heartworm baru terdeteksi saat kondisi sudah cukup parah.
Prinsip Pencegahan Heartworm di Shelter
Pencegahan heartworm merupakan bagian penting dari manajemen kesehatan hewan di shelter. Langkah pertama adalah pemberian obat pencegahan sejak dini, idealnya segera setelah hewan masuk shelter dan dipastikan tidak memiliki kontraindikasi medis. Pencegahan rutin ini membantu mengurangi risiko infeksi selama masa tinggal di shelter.
Selain itu, pengendalian nyamuk di lingkungan shelter juga sangat penting. Upaya yang dapat dilakukan meliputi:
-
Mengurangi dan menghilangkan genangan air
-
Menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar
-
Memastikan ventilasi yang baik
-
Menggunakan kasa nyamuk bila memungkinkan
Pendekatan pencegahan yang konsisten tidak hanya melindungi individu hewan, tetapi juga membantu menekan penyebaran penyakit di lingkungan shelter secara keseluruhan.
Penutup
Heartworm adalah penyakit serius namun dapat dicegah. Dengan penerapan prinsip shelter medicine yang tepat, edukasi yang berkelanjutan, serta kerja sama antara dokter hewan, pengelola shelter, dan relawan, risiko heartworm dapat ditekan secara signifikan. Pencegahan sejak dini adalah investasi penting demi kesehatan dan kesejahteraan hewan shelter di Indonesia.



Comments
Post a Comment